rcmnews.id – Masa pandemi COVID-19 bukan menjadi hambatan besar bagi penggiat sepak bola usia dini di Indonesia dalam memaksimalkan potensi dan bakat anak didik.
Seperti yang dilakukan oleh sejumlah pengurus akademi maupun SSB di beberapa wilayah. Beberapa nama penggiat sepak bola usia dini, memberikan unek-unek dalam webinar bertajuk ‘Akademi di Tengah Pandemi’ yang digelar oleh Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY), Sabtu (20/2/2021).
Empat narasumber hadir untuk memberikan penjelasan, di antaranya: Rudy Eka Priyambada (CEO Safin Pati Football Academy), Guntur Cahyo Utomo (Direktur PSS Development), Mat Halil (pengelola SSB El Faza Surabaya), dan Eladio Antonio Reyes (La Liga Akademi Jakarta).
Meski kompetisi profesional masih belum berjalan akibat dampak dari COVID-19, tak mempengaruhi beberapa SSB maupun akademi. Anak-anak didik mereka masih tetap giat berlatih, karena justru ada manfaat besar dengan fokus berlatih di masa pandemi.
Di Safin Pati Football Academy (SPFA) misalnya, Rudy Eka Priyambada selaku CEO menjelaskan proses pembinaan dan pembelajaran tidak berhenti walau dalam suasana pandemi COVID-19. Banyak hal yang bisa dilakukan di SPFA, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada.
“Dengan pandemi ini, semua masih tetap berjalan, karena di tempat kami ada sekolah berbasis kurikulum Singapura. Jadi anak-anak masih bisa belajar sekolah formal, selain latihan setiap pagi dan sore,” terang Rudy Eka dalam webinar.
“Bagaimanapun harus beradaptasi untuk menjaga kesehatan. Minimal kegiatan tetap berjalan, lebih bermanfaat ketimbang anak bermain game online, habisin pulsa, meski semua pilihan kembali ke orang tua,” beber mantan pelatih Persebaya.



