Berjalan di Tengah Keterbatasan
Narasumber lainnya, Mat Halil juga punya cerita menarik tentang SSB yang ia kelola. Keterbatasan disebutnya bukan menjadi halangan besar untuk tetap berkonsentrasi di sepak bola usia dini.
SSB El Faza rintisannya dibangun untuk memaksimalkan potensi yang tersebar di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Bahkan ia sempat minder dengan tidak menyematkan nama akademi, dan memilih SSB sebagai wadah pembinaannya.
“Awalnya saya bangun SSB untuk mewadahi anak-anak yang kurang mampu ekonominya namun sebenarnya punya potensi dan bakat. Di Surabaya ada lapangan tapi ya banyak kurang bagus. Beda dengan akademi yang pasti lebih baik. Untuk itu saya pakai nama SSB saja. Karena pasti banyak yang ingin masuk di Persebaya dan tim internal,” beber mantan pemain Persebaya.
“Kadang di dalam satu lapangan ada 100 anak yang ikut, karena jadwal yang padat. Intinya sengan keterbatasan bukan menjadi halangan,” ucap Mat Halil.
Narasumber lainnya Guntur Cahyo Utomo yang merupakan direktur PSS Development, yang menjelaskan bahwa akademi menjadi ladang investasi dan sangat penting bagi pengembangan usia muda.
“Menjadi prioritas dan masuk akal karena banyak contoh di luar negeri sana, bahwa ini sebagai investasi dan bank pemain. Alhamdulillah ada tujuh pemain akademi PSS yang berkesempatan di level lebih tinggi di Timnas U-16, dan dua pemain di Garuda Select. Menjadi sebuah reward atau hadiah untuk kami,” tegas Guntur Cahyo.



