RCMNEWS.ID, LINGGA — Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy, melakukan peninjauan jembatan yang rusak di Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat.
Degan melihat langsung kondisi jembatan, Neko mencarikan solusi untuk pembangunan jembatan itu, agar dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar sebagai salah satu akses ekonomi.
“Jadi hari ini kita lihat dulu, soal kapan akan dibangun tentunya kita akan melihat kekuatan anggaran pemerintah daerah apakah bisa di APBD kabupaten, provinsi atau APBN,” ucap Neko, Rabu 26 Mei 2021.
Diakuinya, kondisi jembatan tersebut memang sangat vital dan satu-satunya akses ekonomi, menghubungkan Desa Tanjung Irat dan Desa Bakong, serta menuju ke Ibukota Kecamatan Singkep Barat jika melalui jalan darat.
Baca Juga: Tingkat Kepatuhan Pelaku Usaha Dukung PPKM Cegah Covid-19 di Karimun Tinggi
Lanjutnya, pembangunan perbaikan jembatan tersebut memang sudah beberapa kali diajukan oleh masyarakat dan pemerintah desa setempat.
Namun karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah ditambah dampak COVID-19 selama dua tahun ini, membuat pembangunan jembatan tersebut terpaksa ditunda.
“Sudah kita upayakan, tapi dua tahun ini anggaran kita untuk pembangunan memang sangat terbatas, karena kita harus prioritaskan penanganan COVID-19,” kata Neko.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Irat Darwan, sangat berharap agar jembatan tersebut dapat menjadi prioritas pemerintah daerah.
Baca Juga: Update 26 Mei: Positif Covid-19 di Kabupaten Karimun Bertambah 17 Orang
Karena jembatan itu merupakan satu-satunya akses jalan darat bagi warganya untuk menuju ke Kecamatan Singkep Barat.
“Kalau pembangunan yang lain, kami bisa melalui dana desa, tapi untuk menjadi permanen itu anggaran tidak cukup jika menggunakan dana desa,” ungkapnya.
Penulis: zainudin | Editor: redaksi



