Karimun – Seorang pria di Karimun, Provinsi Kepri, Yonggianto (20) menyampaikan permintaan setelah diamankan Satreskrim Polres Karimun.
Pria telah memiliki dua orang anak tersebut diamankan polisi setelah menginformasikan bahwa dirinya menjadi korban begal.
Kabar adanya warga Karimun yang menjadi korban begal dengan pelakunya sebanyak 4 orang langsung cepat viral di media sosial. Sebab, pesan yang dibuat ole warga Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepri tersebut telah beredar luar di grup-grup WhatsApp.
Dalam pesan berantai pesan yang beredar aksi pembegalan terjadi di jalan Pelabuhan Roro Parit Rempak, kawasan pemakaman warga Tionghoa di Bukit Tembak Meral dan jalan menuju Pantai Pongkar.
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Karimun. Informasi saya dibegal tidak pernah terjadi, saya hanya merekayasa cerita,” kata Yonggianto didampingi keluarganya di Mapolres Karimun, Jumat (10/11/2023) malam.
Baca: Pelaku Begal Bawa Sajam di Karimun Ditangkap, Pura-pura Pinjam Mancis
Informasi yang sudah membuat resah masyarakat tersebut langsung ditelusuri kebenarannya oleh Satreskrim Polres Karimun.
Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus melalui Kasat Reskrim, AKP Gidon Karo Sekali mengatakan, setelah ditemukan yang bersangkutan langsung dibawa kelokasi yang menurutnya mengalami kejadian begal.
Saat dilokasi, Yonggianto menerangkan tiba-tiba ditabrak oleh 4 orang di jalan menuju pelabuhan Roro, lalu ia melepaskan kunci motornya dan membuangnya agar tidak rampas oleh pelaku begal.
Yonggianto juga menyampaikan ssmpat dipukul oleh begal, kemudian baju dan celananya di silet serta dimasukan pasir kedalam mulutnya.
“Yonggianto tidak mau melaporkan kejadian yang dialaminya dengan alasan tidak mau membersar-besarkan peristiwa dialaminya tersebut,” ucap AKP Gidion.
Baca: Listrik di Karimun Padam Lima Jam
Lalu pada, Jumat (10/11) sore dilakukan klarifikasi kembali dan Yonggianto mengakui telah membuat informasi palsu dan cerita bohong terkait peristiwa begal dialaminya yang sudah viral di media sosial.
“Ia mengaku membuat cerita bohong tersebut karena mengalami depresi terlilit berbagai permasalahan keluarga. Ia juga menerangkan sempat mencoba ingin bunuh diri dengan cara mensilet dirinya sendiri dan menjatuhkannya diri sendiri dari atas pohon,” ujar AKP Gidion.



