KARIMUN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang PAUD, SD dan SMP tahun pelajaran 2023/2024 di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri dibuka pada tanggal 13 Juni 2023.

PPDB menggunakan dua sistem.
Sistem offline dilaksanakan pada jenjang PAUD, SD dan SMP. Kemudian sistem online dilaksanakan pada 10 sekolah jenjang SMP.

Ada empat jalur PPDB yakni jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua dan jalur Prestasi (Khusus SMP).

Pendaftaran dan seleksi jalur prestasi SMP pada tanggal 13 s/d 15 Juni 2023. Pendaftaran dan seleksi jalur zonasi, afirmasi dan perpindahan orang tua jenjang PAUD, SD dan SMP tanggal 13 s/d 17 Juni 2023.

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum SD Disdikhud Kabupaten Karimun, Muhd Khudri menyampaikan, jumlah SD negeri dan swasta di Kabupaten Karimun sebanyak 139 sekolah.

BACA JUGA: Pemkab Karimun Minta Orang Tua Mampu Sekolahkan Anak di Swasta

Ia merincikan, jumlah SD negeri 121 sekolah dan jumlah SD swasta 18 sekolah.

“Daya tampung SD negeri dan swasta PPDB tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 5.831 siswa,” ujarnya, Sabtu (10/6).

BACA JUGA: Siswa SD se-Kabupaten Karimun Lulus 100 Persen

Khudri menyebutkan, jumlah tersebut sesuai dengan daya tampung yang ada saat ini.

“Apakah sudah cukup atau kurang, baru ketahuan setelah PPDB dilaksanakan,” tuturnya.

Sementara itu, untuk jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta di daerah berjuluk Bumi Berazam tersebut sebanyak 53 sekolah.

Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Disdikbud Kabupaten Karimun, Hendri mengatakan, 53 sekolah itu terdiri dari SMP negeri 40 sekolah dan SMP swasta 13 sekolah.

“Total daya tampung SMP negeri tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 3.680 siswa dengan 115 rombel,” sebutnya.

BACA JUGA: Kelulusan 99.95%, Disdik Ungkap Penyebab 2 Siswa SMP di Karimun Tak Lulus

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun, Sugianto mengatakan, meminta kepada orang tua yang ekonominya menengah ke atas untuk menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.

“Orang tua yang masuk kategori mampu kita minta menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta, ini untuk mengatasi persoalan daya tampung,” katanya.