LINGGA – PT Cipta Persada Mulia (CPM) melaksanakan program keanekaragaman hayati laut di daerah kepulauan tujuh Cibia Desa Pekajang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

Progaram ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam reklamasi tambang yang tertuang dalam dokumen amdal tentang reklamasi.

Pelaksanaannya dengan cara menenggelamkan rumah ikan buatan, yang dirancang untuk tempat berlindung dan berkembang biak ikan serta berperan sebagai media pengumpul biota-biota laut sebagai pembentuk terumbu karang alami nantinya.

Untuk pelaksanaan program penenggelaman rumah ikan ini, PT CPM melibatkan masyarakat desa setempat, dan juga ahli pembuatan rumah ikan yang memberikan penjelasan cara membuat rumah ikan dan pengawasannya kepada masyarakat Desa Pekajang.

Penentuan lokasi penenggelaman rumah ini sendiri harus memperhatikan banyak faktor kondisi lingkungan yang memungkinkan organisme dan pendukung tumbuhnya biota laut dan terumbu karang alami dengan menggunakan kajian geologi dasar laut.

BACA JUGA: PT CPM Berkurban di Desa Pekajang Lingga

Pelaksanaan kegiatan penenggelaman rumah ikan ini juga didampingi oleh Inspektur Tambang Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral Kepri, Sastro Purba, ST.

Kementerian ESDM sangat mengharapkan kerja sama masyarakat nelayan desa Pekajang bisa memanfaatkan program ini dengan baik untuk menyukseskan kegiatan ini,sampai nantinya rumah-rumah ikan yg ditenggelamkan ini terbentuk menjadi rumah ikan alami.

Program ini sangat diharapkan dapat berperan untuk melestarikan kembali karakteristik alami laut dan tempat ikan-ikan berkembang biak dan menambah nilai ekonomi bagi masyarakat.

BACA JUGA: PT Cipta Persada Mulia Bantu Masyarakat Desa Pekajang

Burhan (52), ketua nelayan Desa Pekajang mengatakan, sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT Cipta Persada Mulia atas pelaksanaan program keanekaragaman hayati ini bisa dilakukan di perairan Pulau Tujuh Cibia Pekajang. Ia berharap agar program-program seperti ini semakin banyak dilakukan.

Inspektur Tambang dari Dinas Pertambangan Kepri, Sastro Purba menyebutkan, sebagai bentuk komitmen PT CPM terhadap pengelolaan lingkungan yang mana salah satunya adalah keanekaragaman hayati.

BACA JUGA: Polisi Sahabat Anak Satlantas Polres Karimun Tanamkan Disiplin Berlalulintas Sejak Dini

Maka perlu dibuat penenggelaman rumah ikan yang berfungsi sebagai tempat berlindung dan berkmbang biak ikan-ikan serta menjaga kelestarian lingkungan, dan tentunya harus melibatkan banyak pihak agar kondisi alam dan lautan di Kepri bisa terjaga dan berkelanjutan.

“Pelaksanaan penenggelaman rumah ikan ini diharapkan kedepannya akan membawa dampak positif bagi lingkungan dan juga berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sekitar secara khusus. Untuk itu program seperti ini diharapkan juga terus berlanjut,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang PT Cipta Persada Mulia, Ali Sadikin ST menjelaskan, untuk tahap pertama dari program ini akan melaksanakan penenggelaman di 15 titik di sekitar perairan laut Pulau Tujuh Cibia, Lingga yang mana akan diawasi perkembangan sekitar lokasi dari rumah ikan tersebut.

“Ini akan menjadi program keberlanjutan bagi pengayaan sumber kelautan,” ungkap dengan disambut meriah oleh semua peserta.