Karimun – PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau menyampaikan
PLTU Unit 1 Tanjung Sebatak tidak beroperasi lebih dari satu bulan ke depan.
Keluarnya pembangkit berkapasitas 5,5 Megawatt (MW) tersebut dari sistem kelistrikan Karimun, karena dilakukannya Overhaul Mean Inspection (ME).
“PLTU Unit 1 tidak beroperasi selama 45 hari sejak, Sabtu 14 Desember 2024,” ujar Manager PLN ULP Karimun Marwan, Minggu.
Dikatakannya, total daya mampu pembangkit listrik Tanjung Balai Karimun saat ini sebesar 31 MW.
Untuk beban puncak bisa mencapai di 33,5 MW, apabila cuaca panas terus menerus.
Baca: PLN Karimun Sukses Jaga Stabilitas Listrik saat Pilkada 2024
Namun, pihaknya mengupayakan tidak ada terjadi pemadaman listrik bergilir selama waktu tersebut.
“Harapan kami tidak ada pemadaman bergilir, dengan catatan beban puncak tidak melebihi daya mampu,” ucap Marwan.
Baca: Imigrasi Karimun Rilis Tarif Paspor Terbaru, ini Rinciannya
Meminimalisir terjadinya pemadaman listrik ke pelanggan masyarakat umum, ia mengimbau kepada pihak perhotelan dan swalayan beralih ke genset.
“Hotel dan swalayan kami minta beralih ke genset mandiri selama beban puncak dari pukul 17-23.00 WIB,” tutur Marwan.
Baca: HUT Armada RI ke-79, Lanal Karimun Berbagi Sembako, Makanan Bergizi dan Panen Raya
Dijelaskannya, overhaul pada PLTU Unit 1 adalah inspeksi berkala atau pemeliharaan skala besar yang dilakukan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik.
“Semoga mesin-mesin lainnya tidak mengalami kendala selama dilakukannya pemeliharaan PLTU Unit 1,” pungkas Marwan.



