Lanjutnya, kegiatan tersebut juga sebagai evaluasi, tolak ukur untuk perbaikan apabila ada kekurangannya.
“Orientasinya adalah protokol kesehatan serta menggunakan hak pilih dengan baik dan benar,” ucap Eko.
Kembali disampaikannya, masyarakat jangan ragu dan bimbang untuk datang ke TPS di wilayahnya masing-masing pada tanggal 9 Desember 2020 nanti.
“KPU bersama jajaran lainnya, akan memproteksi atau melindungi baik penyelenggara maupun pemilih yang datang ke TPS sebaik mungkin,” kata Eko.
Sementara itu, Sekretaris KPU Karimun, Arpan menyebutkan, simulasi tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah pemilih datang ke TPS tanggal 9 Desember 2020.
Lanjutnya, sebagai penyemangat masyarakat untuk hadir dalam simulasi, setelah mencoblos, masing-masingnya dengan jumlah terdaftar 436 orang diberikan uang transposrtasi.
“Hal tersebut kita laksanakan mengikuti aturan, dan tidak dilakukan pada 9 Desember nanti,” jelas Arpan. (kr)



