Bintan, rcmnews.id – Gubernur Ansar mengatakan, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara 03 merupakan kebanggaan Kepulauan Riau (Kepri), karena diproduksi di dalam wilayah sendiri, tepatnya di Kota Batam.

Dibiayai melalui APBN multi years tahun anggaran 2020-2022 dengan total investasi sebesar Rp 96,5 miliar, dengan subsidi TA 2023 Rp 11,5 miliar.

Hal ini disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat melepas secara resmi pelayaran perdana KMP Bahtera Nusantara 03 di Pelabuhan Roro ASDP Tanjung Uban, Rabu (22/2/2023).

Ansar berharap, dengan beroperasinya KMP Bahtera Nusantara 03 akan menjamin terpangkasnya waktu tunggu perjalanan.

Dengan begitu akan dapat menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi di wilayah-wilayah kepulauan di Kepri. Sebab, selain penumpang, Kapal ini juga akan mengangkut logistik.

“Harapan saya masyarakat dapat bersama-sama menjaga kapal ini dengan baik. Jadi penumpang yang mematuhi peraturan pelayaran. Kita berharap juga Kemenhub dapat terus hadir di tengah-tengah masyarakat dan ASDP dapat terus memberikan pelayanan terbaiknya” ucap Ansar.

KMP Bahtera Nusantara 03 akan melayani rute Tanjung Uban – Tambelan – Sintete (Kalimantan Barat) yang akan membantu memperpendek rute KMP.

Dari jadwal yang dirilis PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), pelayaran perdana KMP Bahtera Nusantara 03 dimulai dari rute Tanjung Uban – Tambelan yang dijadwalkan berangkat pada Rabu (22/2) pukul 07.30 WIB dan tiba di Tambelan pada Kamis (23/2) pukul 01.00 WIB. Kemudian berangkat dari Tambelan menuju Sintete di hari yang sama pukul 08.00 WIB dan tiba pukul 17.00 WIB.

Sebagai informasi, sebelum beroperasinya KMP. Bahtera Nusantara 03, lintas tersebut hanya dapat terlayani setiap 2 minggu sekali.

Sementara saat ini lintasan Tanjung Uban – Tambelan, Tambelan – Sintete dapat terlayani  1 sampai 2 kali pergi pulang per minggu.

Kapal berukuran 1500 gross ton (GT) yang memiliki spesifikasi panjang 71,92 m, lebar 14 m, tinggi 4,6 m, kecepatan diatas 15 knot tersebut mampu mengangkut penumpang sebanyak 386 orang, 24 orang ABK, 14 kendaraan  truk besar, 12 truk sedang dan 10 unit kendaraan roda 4.