Karimun – PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Provinsi Keperi terus menerus mengedukasi masyarakat menjaga jarak aman dalam beraktivitas, menanam pohon maupun mendirikan bangunan di sekitar jaringan listrik.
Himbauan keselamatan tersebut disampaikan baik melalui sosialisasi langsung, media sosial serta media massa.
Edukasi, himbauan tersebut bertujuan jangan sampai masyarakat lalai terhadap potensi bahaya listrik.
“Jika tidak menjaga jarak aman dari jaringan dapat menyebabkan listrik padam, kebakaran serta membahayakan keselamatan warga. Jadi jangan dianggap sepele,” Manager ULP PLN Tanjung Balai Karimun Marwan Sholeh, Jumat 7 Juni 2024.
Ia menjelaskan, jarak aman mendirikan bangunan, pohon dan juga aktivitas masyarakat dari jaringan tegangan menengah (JTM) minimal 3 meter.
Hal ini untuk menghindari ayunan kabel tersebut menyentuh bangunan saat angin kencang.
Baca: Hore! Karimun Kembali Kelebihan Daya Listrik, PLN: Surplus 3 Megawatt
“Jika JTM menyentuh benda yang dapat menghantar listrik, maka benda tersebut membahayakan bagi yang menyentuh,” ungkap Marwan.
Ia menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Karimun selalu peduli kondisi kelistrikan di sekitarnya lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Perhatikan jarak aman yang dianjurkan, gunakan material kabel dan instalasi listrik berstandar SNI supaya kwalitasnya terjamin. Pastikan listrik yang digunakan resmi dari layanan PLN,” pinta Marwan.
Dia juga meminta masyarakat untuk melaporkan ke petugas PLN atau melalui aplikasi PLN mobile jika menemukan anomali pada jaringan atau instalasi kelistrikan.
Selain itu sambungnya, pelanggan juga dapat mendatangi kantor unit layanan pelanggan di JL Pertambangan Sei Ayam atau bisa menghubungi pos pelayanan 24 jam di nomor 0852-7462-1183.
“Jangan mengotak-atik sendiri, karena bisa membahayakan diri. Diminta kepada masyarakat aktif melaporkan apabila menemukan benda-benda yang mendekati jaringan listrik, tim PLN segera turun,” pungkas Marwan.



