KARIMUN, RCMNews.id – Sejumlah pertokoan di Tanjung Balai Karmun, Kepulauan Riau tutup pada hari pertama perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, Rabu (29/1).
Pantauan di lapangan, sejumlah toko di kawasan bisnis di wilayah Kecamatan Meral banyak yang tutup.
Kondisi serupa juga terjadi wilayah Kecamatan Karimun.
Dengan banyaknya toko yang tutup, jalanan utama di kota lama Karimun pun nampak sepi, begitu juga hiruk pikuknya aktivitas warga.
Toko-toko yang tutup menjual barang-barang kebutuhan masyarakat, mulai dari elektronik, pakaian hingga sembako.
BACA: Jelang Imlek, Harga Bahan Pokok di Karimun Stabil dan Stok Aman
Selain itu, masih pantauan, dealer sepeda motor, showroom mobil, money changer termasuk warung kopi juga banyaknya tutup.
Namun untuk aktivitas perdagangan di pasar-pasar, seperti Puan Maimun masih ramai seperti biasanya.
“Memang banyak toko pada tutup saat Imlek, biasa tutupnya sampai 5 hari,” kata Dodi, warga Karimun.
Ia mengatakan, para pemilik toko pada umumnya adalah masyarakat Tionghoa.
Mereka memilih meliburkan usahanya, karena ingin memanfaatkan momen Imlek untuk kumpul bersama keluarga.
“Ada juga yang masih buka, tidak semua toko tutup, tapi kebanyakan tutup,” ucap Dodi.
BACA: Beraksi di Meral, Dua Pelaku Curanmor Ditangkap di Karimun
Ia menyebutkan, tutupnya toko berhari-hari saat perayaan Imlek di Meral dan Karimun sudah berlangsung sejak lama.
“Masyarakat tidak terkejut lagi, dan sudah memahami kondisi tersebut,” ujarnya.
Perayaan Imlek di Tanjung Balai Karmun, Kepulauan Riau meriah dengan tradisi, dekorasi, makanan khas dan pertunjukan budaya.
Kemeriahan itu sudah terasa sejak terpasangnya ribuan lampion di vihara-vihara dan di atas jalan raya.



