Lingga – Kemiskinan di Kabupaten Lingga cukup tinggi dibandingkan kabupaten lain di Kepri yakni hampir 14,05 persen.

Hal ini disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menghadiri doa bersama masyarakat atas selesainya pekerjaan renovasi rumah masyarakat suku laut Desa Tanjung Kelit, Kabupaten Lingga, Minggu (5/3/2023).

Ansar meminta Pemkab Lingga harus serius melakukan intervensi dengan menurunkan angka kemiskinan.

“Maka kita harus keroyok bersama baik Pemprov Kepri dan Pemkab Lingga untuk menurunkan angka kemiskinan ini,” ujarnya.

Baca Juga: Totalnya 200 Unit, Renovasi Rumah Masyarakat Suku Laut di Lingga Selesai

Gubernur Kepri menyebutkan, salah satu upaya yang harus dilakukan Pemkab Lingga untuk menekan kemiskinan melalui penurunan angka prevelansi stunting.

“Khususnya anak-anak ini menjadi prioritas program pemerintah melalui program penurunan angka stunting. Salah satunya dengan memicu pemberdayaan ekonomi masyarakat khusus nelayan,” kata Ansar.

Ansar juga meminta Pemkab Lingga untuk mendata rumah-rumah yang belum tersambung listrik.

“Program Kepri Terang adalah salah satu program untuk memenuhi kebutuhan pelayanan infrastruktur masyarakat,” jelasnya.

Pemprov Kepri dengan anggaran tahun 2023 senilai Rp 7 miliar merenovasi rumah masyarakat suku laut di 10 Desa Kabupaten Lingga yang dipusatkan di Desa Tanjung Kelit selesai totalnya ada 200 unit.

Baca Juga: Polisi Tangkap Lima Penambang Ilegal Bijih Timah di Lingga

Selain itu juga telah dilaksanakan pekerjaan rehabilitasi Masjid Nurul Islam Secawar dengan anggaran sebesar Rp 40 juta.

Untuk tahun 2023 ini akan dilaksanakan rehabilitasi Masjid Nur Hidayah, Kampung Teluk Ibul Desa Cempa Kecamatan Bakung Serumpun Kabupaten Lingga dengan anggaran sebesar Rp 40 juta.