Karimun – Gas LPG 3 kilogram (Kg) di Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri dikabarkan langka.
Warga di daerah tersebut dikabarkan kesulitan mendapatkan gas bersubsidi itu dalam beberapa hari ini.
“Kabar tersebut tentu membuat panik masyarakat. Padahal sudah ribuan tabung gas didistribusikan ke agen atau pangkalan dari distributor,” kata Kabid ESDM Disdagkop Kabupaten Karimun, Dr. Vandarones Purba, ST., SH., MH. kepada RCMNEWS, Senin (24/7/2023) malam.
Dikatakannya, memang sempat ada kekosongan gas LPG 3 kg di Karimun, namun tidak lama.
“Tidak lama, langsung terisi atau ada lagi. Karena ambilnya dari Tanjung Uban, jadi
butuh waktu diperjalanan. Kemarin itu kapal pengangkutnya dari Tanjung Uban menuju Tanjung Balai Karimun mengalami kerusakan mesin saat diperjalanan,” tutur Vandarones.
BACA: Gas LPG 3 Kg “Langka”, Begini Kata Kadisdagkop Karimun
“Namun jika Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) beroperasi di Karimun hal ini (kekosongan) tidak akan terjadi lagi,” tambahnya.
Vandarones mengungkapkan kondisi riil gas LPG 3 kg yang sudah didistribusikan dari distributor ke agen atau pangkalan di Tanjung Balai Karimun.
Dijelaskannya, dari PT LCPS dan PT PJS pada tanggal 22 Juli 2023 telah mendistribusikan sebanyak 6.720 tabung gas LPG 3 kg ke Karimun. Hari ini, Senin (24/7) kembali distribusi 7.280 tabung.
“Tanggal 28 Juli nanti akan bongkar lagi sebanyak 7.280 tabung,” tambah Vandarones.
BACA: Rajut Keberagaman, Pemuda Katolik Karimun Bersama Banser NU Berbagi Takjil dan Masker Gratis
Lanjutnya, PT CNI tanggal 22 Juli kemarin juga telah distribusi sebesar 6.720 tabung. Besok sore (25 Juli), akan bongkar 6.720 tabung lagi.
Selain itu, PT PJA pada Jumat 21 Juli baru bongkar dan distribusi sebesar 10.080 tabung. Untuk saat ini masih tersisa 2000 tabung lagi untuk didistribusi.
Kemudian Jumat 28 Juli akan bongkar lagi sebesar 8.960 tabung. PT BAS pada Rabu 26 Juli akan bongkar sebanyak 7.840 tabung.
“Yang artian dari Jumat 21 Juli sampai saat ini 24 Juli 2023 telah terdistribusi atau sedang distribusi sebanyak 30.800 tabung, dan sampai akhir minggu ini akan bongkar lagi sebanyak 30.800 tabung Jadi agar masyarakat tidak perlu panik,” ungkap Vandarones.



