Karimun – Tumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) di Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri masih belum terangkut.
Pantauan di lapangan, Selasa (14/11/2023) sejumlah TPS di Kecamatan Karimun masih terlihat sampah yang menumpuk.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karimun, Rita Agustina meminta waktu untuk menyelesaikan persoalan sampah yang masih terihat menumpuk di TPS.
“Kasih kami waktu ya. Kasih kami waktu
1 minggu ini, Insyaallah selesai semua,” katanya saat dikonfirmasi RCMNEWS.
Sebagaimana diberitakan, sampah di TPS yang ada sudah berhari-hari tidak diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun sehingga menumpuk.
Baca: Nunggak Bayar BBM Rp 1 Miliar, Kadis LH Karimun: Sudah Dicicil, Sampah Mulai Diangkut
Hal ini tentu dikeluhkan masyarakat, karena sampah yang menumpuk sudah mengeluarkan aroma yang tidak sedap, dan juga mengganggu keindahan kota Karimun.
Dberitakan di salah satu media online, tidak diangkutnya sampah berhari-hari dikarenakan masalah bahan bakar minyak (BBM).
Baca: Meriahkan HUT ke-52, Korpri Kabupaten Karimun Gelar Berbagai Perlombaan
PT Ology Karimun Bumi Sukses (OKBS) selaku pengelola SPBU Poros, anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sementara ini tidak bisa melayani permintaan BBM untuk truk pengangkut sampah DLH Karimun.
“BBM yang belum terbayar sudah sembilan bulan, Nominalnya mencapai Rp 1 miliar lebih. Sejak awal tahun 2023 sampai sekarang, baru dilunasi tunggakan untuk bulan Januari saja,” kata Hendri, Kepala Operasional SPBU Poros saat dikonformasi wartawan, Senin (13/11/2023).
Baca: Pemko Batam Gelar Sosialisasi Pilah Sampah dari Rumah
Menanggapi hal tersebut, Kadis LH Karimun, Rita menyebutkan bukan disetop.
“Tadi selesai urusan bayar, tapi masih nyicil,” katanya dikonfirmasi, Senin (13/11) malam.



