Karimun – Seorang pria berinisial BR (24), warga Telaga Tujuh RT 005 RW 003 Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kepri ditemukan tewas tergantung, Senin (29/1/2024) pagi.

BR ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali di sebuah gubuk di Jalan Poros
Tanjung Balai Karimun.

Sontak penemuan mayat seorang laki-laki dalam kondisi tewas tergantung itu pun membuat warga geger.

Pihak kepolisian yang tiba di TKP dengan segera membawa korban ke RSUD Muhammad Sani untuk dilakukan visum.

Pihak kepolisian juga sudah memintai keterangan saksi-saksi yakni S (55) merupakan orang tua korban dan T (33) kakak sepupu korban.

Baca: Warga Karimun Heboh Penemuan Mayat Pria Tewas Tergantung

Kanit Reskrim Polsek Tebing, Ipda Fedrik S Harahap mengatakan, Sabtu 27 Januari 2024 sekitar pukul 18.00 WIB saksi-saksi menyuruh korban untuk membeli cok kabel wifi.

Saat itu di rumah korban sedang berlangsung pesta pernikahan kakak kandungnya.

Dikarenakan tidak kunjung pulang ke rumah dengan waktu yang lama, ayahnya melakukan pencarian terhadap korban, tapi juga belum membuahkan hasil.

Kemudian pada, Senin 29 Januari 2024 sekitar pukul 09.00 WIB, kakak sepupu korban coba mendatangi kebun milik ayah korban di jalan Poros.

Di TKP tersebut, kakak sepupu korban melihat korban sudah dalam posisi tergantung di pondok kebun. Selanjutnya ia menghubungi ayah korban dan melaporkannya kepihak kepolisian.

“Korban mengakhiri nyawanya dengan cara gantung diri menggunakan tali tambang warna hijau. Di TKP ditemukan sepeda motor Honda Scoopy warna putih BP 2607 KK dengan kunci masih terpasang di kunci kontak,” ujar Ipda Fedrik.

Baca: Banyak Koperasi di Karimun Tidak Sehat, Basori: Akan Dibekukan

Disampaikannya, hasil olah TKP atau pemeriksaan oleh Tim inafis Polres Karimun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban.

“TKP Bersih, tidak ditemukan kejanggalan perkelahian, estimasi kematiam sudah sekitar 24 jam, ada tanda pembusukan lanjut, luka lecet tekan pada leher bagian depan dan smping kiri kanan, luka lecet 3 jari pada kaki bagian kiri,” ungkap Ipda Fedrik.