KARIMUN – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri telah mengumumkan pemenang atau juara Festival Lampu Hias Eid Mubarak 1444 H tahun 2023 yang menperlombakan dua kategori yakni lampu colok dan elektrik pada, Jumat (28/4/2023) sore.
Namun juara-juara yang sudah ditetapkan dalam lomba tersebut menimbulkan beragam komentar dari para netizen atau warganet di media sosial Facebook.
“Beberapa pihak mempertanyakan keputusan dewan juri mengenai juara 5 yang secara kasat mata lebih indah dari juara 1. Menurut saya, penilaian difokuskan pada konsep lampu elektriknya bukan karena faktor-faktor penunjang seperti papan, kubah dan batang yang tidak terbuat dari lampu elektrik. Itu sebatas pendapat lo,” ujar pemilik akun, Edwar Kelvin.
“Ternyata lebih cantik juara 5 dari juara 1.#MateSaye,” tulis pemilik akun, Wient.
Sementara itu, pemilik akun, Whakye dalam komentarnya menyampaikan “Bukan panitia yang harus disalahkan, panitia hanya menjalankan, kalau kampung legowo menang kalah itu takk di permasalahkan, yang penting masyarakat senang dan bahagia mendapatkan momen lampu elektrik di kampung kami”.
“Izin berpendapat, mungkin yang dinilai lebih pada garis bangunannya yang dihias lampu elektrik sehingga membentuk bangunan masjid seperti lampu colok,” tulis pemilik akun, Isprizal Ismail.
“Kalau menurut saya, juara itu bonus yang terpenting semua yang berpartisipasi harus diberi dana pengganti sebagai wujud rasa terima kasih telah mensukseskan agenda tahunan daerah. Tujuan awalnya bukan mencari siapa juara, tapi meneruskan tradisi Bumi Berazam itu yang terpenting,” tulis pemilik akun, Ardinis Ardi Denis.
BACA JUGA: Ini Juara Lomba Lampu Elektrik dan Lampu Colok 2023 di Kabupaten Karimun
Komentar juga datang dari pemilik akun, Abdul Sahab. Disampaikannya, “Panitia(Juri) pastinya memiliki kriteria penilaian tersendiri dan keputusan tidak dapat diganggu gugat. Para peserta pasti sudah memahami dan sudah disampaikan, dan jika hanya menjadikan polemik lebih baik ditiadakan untuk tahun-tahun berikutnya dan anggaran dapat dialihkan kepada yang lebih bermanfaat (disaat sebahgian masyarakat menikmati kemeriahan hiasan lampu masih ada sebahgian masyarakat meratapi dalam menyambut hari kemenangan), paling tidak bisa dibuat program-program kegiatan yang memakmurkan masjid di hari-hari terakhir ramadhan atau bazar murah/gratis bagi kebutuhan masyarakat menjelang lebaran”.
Kabid Promosi dan Pemasaran Dispar Kabupaten Karimun Ahadian Zulseptriadi juga ikut menyampaikan komentarnya di media sosial FB.
Dikatakannya, sebagai panitia dan koordinator tim juri yang turun langsung Insya Allah apa yang sudah diputuskan bersama dengan 12 tim juri lapangan dan ditambah 8 juri lagi di saat penilaian final.
“Kami sudah sangat selektif. Semuanya bagus-bagus tapi tetap kami ambil yang betul-betul sesuai sama keteria,” tulisnya.
Ditambahkannya lagi, bahkan tahun ini banyak memberi kesempatan ke peserta dan itu berlaku untuk seluruh peserta apabila cuaca tidak bagus diberi waktu lagi atau ditunda untuk penilaian, dan jika lampunya mati diminta hidupkan dulu baru dinilai.
“Itu semua bertujuan untuk menghargai karya peserta dan jerih payah peserta. Hal ini sudah disampaikan di forum grup peserta,” tuturnya.
Adi panggilan akrabnya mengucapkan terima kasih atas masukan, kritik dan saran yang disampaikan.
“Semuanya kami ucapkan terima kasih, dan akan menjadi bahan evaluasi kami kedepan,” pungkasnya.



