Karimun – Yayasan Cetiya Deepa Shankara beralamat di Jalan Enam Bersaudara, Baran 2, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri diresmikan, Sabtu (9/12/2023) malam.

Yayasan di tengah pemukiman padat penduduk masyarakat Tionghoa, diresmikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun, Muhammad Firmansyah. Acara peresmian dimeriahkan sejumlah artis dari Indonesia dan Malaysia.

Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti dan penguntingan pita.

Hadir pada kesempatan itu diantaranya tokoh masyarakat Kepri, Nurdin Basirun, dan Ketua PSMTI Kabupaten Karimun.

“Semoga yayasan ini sesuai namanya, yakni Deepa adalah cahaya dan Shankara ialah keberuntungan,” harap Ketua Yayasan Cetiya Deepa Shankara, Sri Handayani.

Baca: Rizki Faisal Minta MKGR Karimun Siap Hadapi Tantangan dan Lanjutkan Perjuangan

Sementara itu, Dewan Kehormatan Yayasan Cetiya Deepa Shankara, Herman alias Akham mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat agar yayasan bergerak dalam bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan. tersebut bertumbuh menjadi lebih baik.

“Kami bisa dibilang masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu mohon tuntunan dan bimbingan agar nama Yayasan Cetiya Deepa Shankara selalu harum di masyarakat,” pinta anggota DPRD Karimun itu.

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kabupaten Karimun yang berkesempatan hadir, Dwi Untung alias Alex Ng mengucapkan selamat atas peresmian Yayasan Cetiya Deepa Shankara.

Baca: Rayakan HUT Ke 25, PSMTI Karimun Sumbang Ratusan Kantong Darah ke PMI

Kehadiran yayasan tersebut, salah satu upaya melestarikan dan budaya etnis Tionghoa di Bumi Berazam ini, serta menjaga kerukunan masyarakat dengan kegiatan keagamaan.

“Sebagai pengurus keagamaan, harus mengkedepankan rasa toleransi, karena organisasi ini sosial keagamaan bukan bisnis. Selalu ciptakan kedamaian diantara kita, berikanlah pelayanan terbaik,” pinta Ketua Apindo Karimun tersebut.

Kemudian, Sekda Karimun, Muhd Firmansyah meminta Yayasan Cetiya Deepa Shankara dipergunakan sebagai wadah, rumah berhimpun seluruh warga Tionghoa agar lebih fokus beribadah.

“Kabupaten Karimun memiliki keberagaman tapi tetap satu tujuan yakni satu kesatuan, NKRI,” ucapnya.