KARIMUN – Bupati Karimun Aunur Rafiq melaksanakan Safari Ramadhan 1444 H di Kecamatan Buru dengan mengunjungi Masjid As-Sabirin, Selasa (18/4/2023).

Sejumlah Pimpinan OPD Pemkab Karimun, tokoh masyarakat, tokoh agama dan organisasi masyarakat turut mendampingi orang nomor satu di daerah berjuluk Bumi Berazam tersebut.

Kedatangan Bupati bersama rombongan disambut dengan hangat dan antusias oleh masyarakat Kecamatan Buru. Setelah melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah, Bupati Karimun menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid As Sabirin dan juga paket sembako.

Sesuai jadwal, kunjungan ke Kecamatan Buru merupakan kegiatan safari ramadhan 1444 H Pemkab Karimun terakhir ke pulau atau luar Karimun. Pada safari ramadhan tahun ini, Bupati dan Wakil Bupati mengunjungi sebanyak 28 masjid di dalam dan luar Karimun

Dalam sambutannya Bupati Karimun meminta agar penetapan 1 Syawal 1444 H/2023 tidak dijadikan bahan perdebatan.

Pemkab Karimun lanjutnya, dalam penetapan kapan waktu Hari Raya Idul Fitri 2023, mengikuti keputusan dari Kementerian Agama RI.

“Perbedaan dalam penetapan 1 Syawal 1444 H jangan dijadikan perdebatan. Kita tunggu saja keputusannya dari pusat,” ujar Rafiq.

BACA JUGA: Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1444 H 20 April 2023

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah (H) pada 20 April 2023. Sedangkan, PP Muhammadiyan telah menetapkan Lebaran 2023 jatuh pada Jumat, 21 April 2023.

Bupati Karimun mengimbau kepada masyarakatnya untuk fokus menjalankan ibadah puasa dengan menyempurnakan bilangan puasa yang tinggal beberapa hari lagi, dan juga memakmurkan masjid.

“Selalu memakmurkan masjid dengan berbagai macam aktivitas keagamaan. Begitu keluar dari pesantren ramadhan, jamaah masjid harus terus ramai. Masjid juga sebagai tempat mempersatukan umat islam,” tutur Rafiq.

BACA JUGA: Safari Ramadhan di Kundur, Sekda Karimun Ajak Pererat Silaturahmi

Pada kesempatan tersebut Bupati Karimun juga mengimbau masyarakatnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari sangat perlu membudayakan saling nesehat-menasehati.

“Hidup harus saling nasehat menasehati untuk kebaikan, bukan saling fitnah dan saling hujat,” pinta Rafiq mengakhiri.