RCMNEWS.ID, KARIMUN – Pandemi Covid-19 masih terjadi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri sampai saat ini.

Pasien yang terkonfirmasi positif virus tersebut, terus mengalami penambahan.

Sampai dengan, Rabu 7 April 2021 tercatat pasien positif Covid-19 di daerah berjuluk Bumi Berazam ini sebanyak 10 orang.

Dengan kondisi tersebut, bazar ramadhan yang biasanya terpusat di area pasar Puan Maimun Karimun, belum bisa dipastikan buka pada tahun ini.

Jika benar, maka sudah dua tahun berturut-turut bazar ramadhan Karimun tidak dibuka, akibat pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Tambah 1 Lagi Positif Covid-19 di Karimun, Puluhan Orang Diswab

BACA JUGA: Gubernur Kepri Siap Dukung Penuh Pembangunan di Lingga

“Bazar ramadhan belum dapat dipastikan buka,” ujar Plh Bupati Karimun H Muhammad Firmansyah usai memimpin rapat tentang pelaksanaan ibadah ramadhan 1442 H,
Rabu 7 April 2021.

Rapat berlangsung di ruang Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun itu, dihadiri perwakilan FKPD, Kepala OPD dan para Camat.

Disampaikan Firmansyah, belum bisa memastikan bazar ramadhan dibuka kembali, dikarenakan kondisi perkembangan Covid-19 di daerahnya.

“Sangat rawan menjadi klaster penyebaran Covid-19. Seperti kita ketahui, terjadinya keramaian orang yang cukup besar di bazar ramadhan,” katanya.

BACA JUGA: Plh Bupati Karimun Tegaskan ASN dan Masyarakat Mampu tak Pakai Gas 3 Kg

BACA JUGA: PT Timah Renovasi Surau Nurul Ikhsan, Kini Jamaah Lebih Nyaman Beribadah

Dijelaskan Firmansyah, dalam rapat tersebut sudah memutuskan pelaksanaan kegiatan ibadah selama ramadhan 1442 H, diantaranya shalat tarawih secara berjamaan di Masjid diperolehkan.

“Warga boleh melaksanakan shalat tarawih berjamaah di Masjid, dengan catatan wajib mematuhi protokol kesehatan ketat,” ucapnya. (red/rcm)