Karimun – Bawaslu Kabupaten Karimun kembali masifkan kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif, sejalan dengan lajunya tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang sedang berlangsung.
Bawaslu Kabupaten Karimun menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif tersebut dengan menghadirkan delapan kelompok majelis taklim yang ada di Kecamatan Moro, Minggu (19/3/2023).
Baca Juga: PN Jakpus Kabulkan Gugatan Partai, Tunda Tahapan Pemilu Hingga 2025
Ketua Bawaslu Kabupaten Karimun, Nurhidayat mengatakan, bahwa ibu-ibu pengajian berpotensi dieksploitasi hak pilihnya dengan cara-cara transaksional oleh para oknum tertentu untuk mendulang suara pada Pemilu 2024.
Oleh karenanya, ia bepesan agar ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengajian harus mampu menangkal praktik politik transaksional, dengan menjadi pemilih yang cerdas serta aktif
menjadi pengawas partisipatif.
“Jangan gadaikan suara ibu-ibu sekalian hanya dengan seperangkat jilbab, uang atau materi lainnya yang nilainnya tidak seberapa dibanding nasib masyarakat kita lima tahun kedepan. Pilih pemimpin berdasarkan visi, misi serta program kerja yang ditawarkan,” ujar Nurhidayat dalam keterangannya.
Baca Juga: Bawaslu Karimun Temukan “Joki” pada Pelaksanaan Coklit Pemilu 2024
Ia berharap ajang Pemilu 2024 tidak hanya dijadikan ritual politik lima tahunan yang sifatnya seremonial semata.
Namun masyarakat dapat memanfaatkannya untuk dijadikan evaluasi atau penilaian terhadap kinerja pemerintahan yang telah berjalan.
“Saya mengajak ibu-ibu berkomitmen untuk berani menolak pemberian uang atau materi lainnya dari para calon, agar kedepan lahir pemimpin-pemimpin yang benar-benar baik dan amanah,” pungkas pria asli Desa Jang Kecamatan Moro tersebut.



