Batam – Barang Milik Negara (BMN) berupa ballpress sebanyak 5.853 koli tegahan tahun 2018-2022 oleh Bea dan Cukai Batam, Kepri dimusnahkan, Senin (3/4/2023.)

Pelaksanaan pemusnahan ini sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo mengenai aktivitas importasi pakaian bekas yang mengganggu keberlangsungan industri tekstil dan garmen dalam negeri.

Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu RI Askolani mengatakan, dari penindakan di Batam disita 5.853 koli ballpress periode tegahan tahun 2018-2022 dengan total nilai miliaran rupiah.

“Hampir dari seluruhnya didapatkan dari hasil penindakan modus ballpress melalui jalur tikus milik orang kapal/penumpang,” katanya.

Baca Juga: Rumah Singgah Pemprov Kepri di Jakarta dan Batam Diresmikan Mei 2023 

Sementara, Direktur Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi dan Ekseminasi Jam Pidsus Undang Mugopal menyampaikan, adanya praktik penyelundupan barang bekas berupa ballpress berisi pakaian, sepatu, tas dan lainnya dapat berdampak pada peningkatan usaha dibidang tekstil di dalam negeri, serta dapat berdampak pada kesehatan masyarakat nantinya.

Kejaksaan Agung RI selalu mendukung dan berkoordinasi dalam hal penegakan hukum yang dilakukan oleh Dirjen Bea dan Cukai Republik Indonesia.

“Hal-hal seperti ini terbuka kemungkinan dapat menyeret aparat negara yang mungkin bekerja sama maupun pelaku, hingga barang-barang bekas ini dapat masuk ke wilayah Indonesia,” tuturnya.

Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun turut hadir dalam pemusnahan.

Ia menyebutkan, Polda Kepri sangat mendukung dalam upaya represif dan preemtif dalam hal penindakan penyelundupan barang bekas di Kepri.

“Polda Kepri juga telah melakukan penindakan terhadap pelaku penyelundupan beberapa waktu lalu, dan saat ini sedang dilakukan tahapan penyelidikan dan penyidikan di Polda Kepri,” ungkapnya.

Baca Juga: Sudah 77 Peserta Daftar Festival Lampu Colok dan Lampu Hias Karimun 2023

Kapolda Kepri menyampaikan, Kepri merupakan pintu masuk dari praktik penyelundupan barang-barang bekas.

Maka ia berharap dukungan dari instansi serta rekan- rekan dalam memberikan informasi serta membantu mencegahnya.