Karimun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun telah selesai melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio putaran pertama yang dimulai tanggal 23 sampai 29 Juni 2024.
Puluhan ribu anak telah mendapatkan imunisasi polio dalam kegiatan yang dilaksanakan serentak di Indonesia tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan sweeping dari 30 Juli sampai 3 Agustus 2024.
Program nasional tersebut dilaksanakan sebagai respon dan penanggulangan atas kejadian luar biasa (KLB) kasus penyakit tersebut dibeberapa daerah di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan, hasil pelaksanaan putaran pertama terdata sebanyak 22.866 anak usia 0 sampai 7 tahun 11 bulan 29 hari yang mendapatkan vaksin polio tersebut.
Rinciannya, puskesmas Tanjung Balai 3.639 anak, puskesmas Meral 3.754 anak,
puskesmas Meral Barat 1.669 anak, puskesmas Tebing 3.604 anak.
Baca: Kadinkes Karimun Pastikan Vaksin Polio Sangat Aman
Kemudian, puskesmas Buru 851 anak, puskesmas Tanjung Batu 2.157 anak, puskesmas Ungar 533 anak, puskesmas Kundur Barat 2.298 anak.
Selanjutnya, puskesmas Tanjung Berlian 1.095 anak, puskesmas Belat 676 anak, puskesmas Moro 1.232, puskesmas Niur Permai 858 anak, puskesmas Durai 500 anak.
“Alhamdulillah, masyarakat antusias mendukung sehingga capaian PIN Polio putaran pertama sebesar 87,2 persen,” ujar Rachmadi, Selasa 30 Juli 2024.
Ia menyampaikan, putaran kedua PIN Polio dilaksanakan dari tanggal 6 sampai dengan 12 Agustus 2024, lalu dilanjutkan dengan sweeping tanggal 13-17 Agustus.
“Total targetnya sebanyak 26.788 anak. Dengan capaian 87,2 persen diputaran pertama, sisa target masih 3.922 lagi. Semoga pelaksanaan PIN Polio di Kabupaten Karimun tercapai 100 persen,” harap Rachmadi.
Baca: Satlantas Polres Karimun Musnahkan Puluhan Pelat Nomor Palsu dan Ratusan Knalpot Brong
Kadinkes Karimun kembali menegaskan, vaksin yang digunakan dalam program tersebut sehat dan aman karen sudah teruji klinis.
“Vaksin yang digunakan ialah jenis Novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2) sudah teruji klinis jadi dipastikan sangat aman. Tidak perlu menjadi kekhawatiran,” kata Rachmadi.



