RCMNEWS.ID, LINGGA — Salah seorang warga Desa Batu Kacang Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga inisial HR berusia 63 tahun yang dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa hari lalu telah meninggal dunia.
Meninggalnya HR tentu menambah daftar pasien meninggal Covid-19 di Kabupaten Lingga menjadi 4 orang.
Setelah mendapatkan perawatan di ruang isolasi Pagoda Kecamatan Singkep, akhirnya HR mengembuskan nafas terakhirnya pada, Senin 26 April 2021 sekitar pukul 10.30 WIB pagi.
Anehnya, pasien yang meninggal dunia tersebut dikebumikan tidak dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
Baca juga: Berikut Peta Zonasi Covid-19 Terbaru di Kabupaten Karimun
Baca juga: Gawat! Positif Covid-19 di Karimun Sudah 32 Orang, Penambahan Terus Terjadi
Pasalnya petugas yang memakamkan jenazah HR, tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Lingga Wirawan Trisna Putra saat dihubungi mengenai hal tersebut, nomor handponenya tidak aktif.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga A Mulkan Azima ketika dikonfirmasi menyebutkan, pemakaman jenazah HR yang terbukti terkonfirmasi positif Covid-19, menerapkanprotokol kesehatan.
“Termasuk hari ini merupakan pemulasaran jenazah yang ke 3 terjadi di Kabupaten Lingga. Semua petugas memakai APD lengkap dan tetap mematuhi ketentuan protokol kesehatan ketika pemulasaraan jenazah,” kata Mulkan, Senin 26 April 2021 malam.
Namun kenyataanya yang ditemukan, pada saat pemakaman jenazah tersebut tidak menggunakan APD lengkap, sebagaimana foto yang beredar di aplikasi WhatsApp dan media sosial Facebook.
“Penggali kubur memang tidak memakai APD, karena mereka tidak bersentuhan langsung dengan jenazah,” kata Mulkan lagi.
“APD dipakai oleh tim pemulasaran yang bersentuhan langsung dengan jenazah tersebut, mulai dari pengafanan sampai memasukan ke dalam peti jenazah,” jelasnya.
Ditanyakan lagi, jenazah sudah berada di lokasi pemakaman namun para petugas penggali kubur tidak menggunakan APD.
“Ya betul, tetapi untuk petugas pemakaman APD nya cukup pakai masker dan sarung tangan sesuai aturan SOP terbaru,” tutur Mulkan mengakhiri.
Sementara Fadli, anak kandung pasien merasa kecewa. Padahal dirinya telah mengikuti prosedur protokol kesehatan, tetapi pemakaman dilakukan dengan tidak layak.
“Saya tak akan mundur, soalnya saya sudah kecewa karena tak sesuai yang dilakukan oleh satgas Covid-19. Kami sudah mengikuti peraturan, namun dimakamkan secara tidak layak,” ungkap Fadli dengan raut wajah kecewa.
Penulis: Zainudin | Editor: Redaksi



