KARIMUN, 10 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Karimun bersama TNI-Polri dan unsur terkait memperketat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Karimun, Senin (10/8/2026). Langkah itu dibahas dalam rapat koordinasi penanganan peningkatan eskalasi karhutla melalui Zoom Meeting di Rumah Dinas Bupati Karimun, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Balai Karimun.
Rapat tersebut berlangsung di tengah peringatan potensi cuaca lebih kering akibat fenomena El Niño yang diperkirakan dapat berlangsung hingga awal 2027. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah dan unsur keamanan memperkuat pemantauan titik api serta kesiapan personel di lapangan.
Menkopolkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago dalam arahannya menyampaikan bahwa perkembangan cuaca perlu menjadi perhatian seluruh daerah. Berdasarkan paparan dalam rapat, anomali suhu laut Nino 3.4 mencapai +1,59°C, yang menunjukkan El Niño berada pada intensitas kuat dan berpotensi meningkat.
“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dengan meningkatkan pemantauan titik api, kesiapsiagaan personel, serta koordinasi lintas sektor guna mencegah meluasnya Karhutla.”
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Dr. Surharyanto menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu memperkuat kemampuan penanganan di lapangan. Keterbatasan pertumbuhan awan hujan juga membuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilaksanakan hingga akhir Agustus.
“Pemerintah daerah diminta mengoptimalkan personel, peralatan dan dukungan logistik, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam mempercepat penanganan titik api dan mencegah meluasnya Karhutla.”
Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan Provinsi Kepulauan Riau berada di peringkat ketujuh dengan luas karhutla mencapai 5.709,27 hektare, terdiri atas 63,27 hektare kawasan hutan dan 5.646 hektare kawasan nonhutan.
Sementara penanganan karhutla saat ini mengandalkan Satgas Darat dan Satgas Udara, termasuk dukungan peralatan pemadaman serta helikopter water bombing.
Dari Karimun, koordinasi melibatkan Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah, Dandim 0317/TBK Letkol Inf Andit Franata, S.I.P., Waka Polres Karimun Kompol Heri Sujati, S.H., M.H., Kajari Karimun Dr. Denny Wicaksono dan unsur terkait lainnya.
Koordinasi lintas sektor tersebut menjadi langkah antisipasi agar potensi titik api dapat terdeteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi karhutla yang lebih luas.



