Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menjenguk anggota Brimob Polda Kepri, Brigadir Toto di Rumah Sakit Budi Kemulian (RSBK), Rabu (5/7/2023) sore.
Brigadir Toto terluka akibat terkena anak panah saat melakukan penertiban di Rumah Liar (Ruli) Tangki Seribu Kecamatan Batu Ampar, Batam. Pada kesempatan itu, Rudi juga menyemangati Toto dan mendoakan segera pulih kembali.
Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemko Batam, Yusfa Hendri menyebutkan, kondisi di ruli Tangki Seribu sudah kondusif.
“Saat ini sudah kondusif. Kami mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan situasi ini dan menjaga kondisi di Kota Batam agar tetap kondusif,” ujarnya.
Dikatakannya, sebelumnya sudah dilakukan mediasi antara warga Ruli Tangki Seribu dengan pihak perusahaan PT Batammas Indah Permai difasilitasi oleh camat dan lurah. Pihak perusahaan memberikan ganti rugi berupa kavling siap bangun (KSB) seluas 6 x 10 di Punggur dan uang sagu hati.
Dari 500 kepala keluarga (KK) 450 bersedia direlokasi dan menerima ganti rugi. Ada sekitar 50 KK yang menolak untuk direlokasi.
“Penertiban ruli Tangki Seribu dilakukan sesuai dengan prosedur. Sebelum penertiban dilakukan, warga sudah menerima surat peringatan sebanyak tiga kali. Tim terpadu yang terdiri dari Kepolisian, Satpol PP dan Ditpam melakukan penertiban secara persuasif,” ucapnya.
Baca: Penertiban Bangunan Liar di Batam Ricuh, Belasan Terduga Provokator Diamankan Polisi
Diberitakan sebelumnya, penertiban ruli di Tangki 1000 Kota Batam pada, Rabu (5/7) ricuh. Adanya perlawanan dari warga saat penertiban bangunan liar di atas lahan milik PT Batamas Indah Permai itu, mengakibatkan beberapa orang petugas gabungan mengalami luka-luka.
Dalam kejadian ada belasan orang diduga sebagai provokator kericuhan yang diamankan polisi. Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti diantaranya bom molotov, panah, dan senjata tajam.



