Karimun – Kasus sodomi sudah ada terjadi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2023 ini.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri Muhammad Tang mengatakan, sudah ada dua kasus sodomi dari Januari sampai dengan Maret 2023 di daerah tersebut.
“Korbannya masih di bawah umur berstatus pelajar, pelakunya adalah oknum guru. Berdasarkan hasil asesmen, pelaku dulunya juga korban sodomi,” kata M Tang.
Hal itu disampaikannya dalam sambutan saat memimpin safari ramadhan Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim di Masjid Al Akbar Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Kundur, Rabu (12/4/2023).
Baca Juga: Berikut Imbauan Kapolres Karimun Jelang Mudik Lebaran 2023
Mengantisipasi atau mencegah terjadinya kasus sodomi pada anak, Kadinsos Karimun meminta kepada orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan terus memantau kondisi anak-anaknya.
“Pemantauan terhadap anak dapat dilakukan setiap saat,” pesan M Tang.
Baca Juga: PT Timah Tbk Santuni Ratusan Anak Yatim Piatu di Kepri dan Riau
Dia menyebutkan, para anak yang menjadi korban sodomi kerap mengalami traumatis. Sehingga memerlukan penanganan baik secara medis, sosial, maupun psikologis.
Baca Juga: Jelang Idul Fitri 2023, Polres Karimun Sita Ribuan Petasan
Jika korban tidak dibantu dan dipulihkan, maka di masa yang akan datang akan muncul pelaku sodomi-sodomi lain yang sebelumnya pernah menjadi korban.
Lanjutnya, penanganan dapat dilakukan diantaranya melalui proses konseling, terapi, penyadaran ulang, perbaikan di bidang sosial, ekonomi dan budaya.
Baca Juga: Operasi Pasar Murah Pemko Batam Diserbu Warga
Namun ia mengakui, dikarenakan keterbatasan anggaran, Dinsos Karimun belum bisa secara optimal melakukan penanganan tersebut.
“Sekarang anak laki-laki harus dijaga, jangan sampai menjadi korban sodomi. Dinsos Karimun tidak bisa sendiri perlu partisipasi dan dukungan dari semua pihak melakukan pengawasan terhadap anak-anak atau generasi muda. Bentengi anak-anak kita dengan ilmu agama,” kata Muhammad Tang mengakhiri.



