Karimun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan inspeksi mendadak dengan sasaran pedagang berbuka puasa atau takjil disejumlah tempat, Rabu (5/4/2023).
Tidak hanya pengawasan dan sidak, Dinkes Karimun bersama BPOM juga melakukan uji sampel takjil buka puasa.
Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya produk mengandung babahan berbahaya.
Sampel dari berbagai jenis makanan dan minuman dilakukan pengujian di tempat, baik melalui jenis uji formalin, rhodamin, boraks dan metanil yellow.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan, sebanyak 50 sampel yang diuji dari beberapa lokasi berbeda. Pengujiannya dilakukan di tempat.
Baca Juga: Dekatkan Diri Dengan Masyarakat, Kajari Karimun Bagi-bagi Takjil Buka Puasa
Uji sampel takjil lanjutnya, untuk mengantisipasi bahan pangan mengandung bahan berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet dan mengawasi proses pengolahannya.

“Alhamdulillah, hasil pengujian cepat yang dilakukan, semuanya negatif dari bahan berbahaya,” ujar Rachmadi kepada rcmnews.
Baca Juga: Difteri Sudah KLB, Kadinkes Karimun: Lindungi Anak dengan Imunisasi
Kadinkes Karimun menyampaikan, pengawasan, sidak dan uji sampel merupakan kegiatan rutin serta bagian dari sosialisasi ke masyarakat untuk membuat makanan yang aman bagi kesehatan.
Dengan tidak ada temuan hasil uji sampel, ia mengapresiasi para pedagang takjil yang semakin paham bahaya penggunaan bahan kimia yang dicampur untuk bahan makanan.
“Dinkes Karimun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu selektif dalam memilih menu berbuka puasa,” ucap Rachmadi mengakhiri.



